Jumat, 24 Februari 2017

AYAS STORY#REVIEW PEMBINAAN

AIKTISHAF (FOUND LOVE)
Kisah Arti Menemukan Cinta
Ahmad Ayas Ramadhan


Ku mulai hari ini dengan percakapan panjang antara aku dan seseorang di ujung telepon sana. Percakapan yang tidak ada habisnya jika terus dilanjutkan. Aku sudah muak setiap kali dia tidak mendengarkanku ketika aku ingin memberikan penjelasan. Setelah semua yang telah aku perjuangkan agar kita selalu bersama, tiba-tiba saja dia ingin mengakhiri semuanya dengan alasan yang tidak masuk akal. Dan sia-sia sudah 6 tahun hubungan yang telah aku jaga selama ini.


Semenjak saat itu aku lebih banyak berdiam diri dan jarang sekali keluar kamar. Perasaanku seperti pecahan gelas kaca yang sulit disatukan kembali. Dan cuaca kelabu bercucuran air hujan di hati yang semakin deras meski saat ini musim berganti kemarau. Ayah yang tidak tega melihatku seperti itu terus akhirnya angkat suara.

“kalau sikap kamu begini terus, bagaimana kamu akan mencapai masa depanmu nak. Janganlah terlalu bergantung dengan wanita karena itu hanya akan membuatmu semakin terpuruk” begitu kata ayah

Namun, satu katapun yang terucap tidak dapat aku serap seutuhnya. Hanya melintas sejenak ditelinga lalu keluar kembali di udara bebas. Hingga terdengar suara ketukan pintu depan rumah yang membuat ayah beranjak dari kamarku.

Singkat cerita, tamu ayah yang tadi mengetuk pintu adalah seorang ustad yang tidak lain adalah sahabat lama ayah bernama ustad khoir. Beliau sekarang mengajar di pondok Ar-Rohman. Setelah mendengar cerita singkat dari ayah, ustad mulai menanyakan perihal keresahanku itu.

“Apa yang menyebabkan kamu bisa sampai seperti ini nak? Bukankah dia sendiri yang telah memutuskan untuk menjauhimu. Kenapa malah kamu yang tidak bisa menerimanya” jelas ustad khoir

“Alasannya tidak bisa diterima ustad. Kenapa harus putus karena masalah sepele padahal kita bisa menjalaninya bersama-sama. kita sudah menjalaninya selama 6 tahun kenapa tiba-tiba begini”

“Ali, cinta itu adalah suatu anugrah yang tinggi. Allah swt memberikan rasa cinta kepada kita bukan hanya kepada satu orang semata. Alasan bisa menjadi teguran Allah karena rasa cinta yang kamu bicarakan sudah menduakan Rasa cinta Allah kepada makhluknya. BARANG SIAPA YANG MENCARI CINTA DALAM SUATU HUBUNGAN, MAKA DIA AKAN KEHILANGAN ALLAH. DAN BARANG SIAPA YANG MENCARI ALLAH DALAM SUATU HUBUNGAN MAKA DIA AKAN MENDAPATKAN CINTA” terang ustad

“tapi dia sangat sempurna ustad, dia sudah menjadi calon pendampingku yang indah. Kita bisa memikul beban ini bersama-sama. Saya tidak bisa kehilangan dia ustad” balasku

“kedurhakaan laki-laki adalah salah memilih ibu untuk anak-anaknya. Kesiapan laki-laki adalah untuk menjadi penanggung jawab atas keluarganya. Jika kamu saja tidak sanggup menahan beban itu maka jangan pernah bermain dengan sebuah komitmen. Kehilangan bukan berarti lenyap, tapi Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah”

Seketika itu akal ini mulai berfikir, kegelapan hatiku beranjak menemukan secercah cahaya harapan yang tersirat dalam kata-kata ustad khoir. Aku mulai merasakan kebenaran dalam ucapan beliau.

“ingat li, setan itu suka segala sesuatu yang renggang. Hatimu saat ini sedag renggang dari nama Allah. Maka setan akan mudah masuk dan membuatmu lebih menjauh dariNya. Maka dekatkan dirimu pada Allah maka niscaya jika dia jodohmu maka Allah akan mendekatkan kembali dua insan. Jika tidak maka Allah akan memberikan yang terbaik buatmu. LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK PEREMPUAN YANG BAIK DAN LAKI-LAKI YANG BELUM BAIK UNTUK PEREMPUAN YANG BELUM BAIK PULA. Maka perbaikilah dirimu mulai saat ini”

Bergetar sudah seluruh jiwa dan ragaku mendengar kalimat ustad khoir. Segala nasehat beliau benar adanya dan aku sudah bodoh telah terbuai akan kenikmatan cinta yang fana. Maka mulai saat ini, akupun segela meminta maf kepada ayah atas segala sikapku yang telah salah dan meminta ustad untuk membimbingku kembali kepada cinta yang Hakiki.

6 bulan berlalu, setelah ilmu yang aku dapatkan dari ustad khoir. Aku lebih siap dari sebelumnya. Pekerjaanku lebih baik dan hati ini menjadi lebih tenang. Saat ini aku dan ayah ingin mengunjungi rumah ustad khoir di pondok. Dan ketika kami duduk ustad memanggil seseorang dari dalam rumah.
“Fatimah, sini nak ada temen ayah dan anaknya berkunjung”

Dan keluarlah seorang gadis berkerudung biru lengkap dengan jubah panjangnya yang menjuntai.
“Kenalkan ini pak syam dan anaknya Ali. Ali ini anak bapak namanya siti fatimah az-zahra”

Seuntai senyuman manis yang ku lihat di wajahnya membuat getaran hati yang sama. saat itu aku benar-benar telah menemukan apa itu arti cinta yang sebenarnya. Bersama keindahan mentari dan sejuknya kuasa Allah swt. ku ikrarkan cinta pada pelabuhan kasih bersamanya. “SEPENUHNYA CINTA, SEPUAS-PUASNYA CINTA”

KISAH CINTA ALI DAN FATIMAH, terinspirasi dari Ali bin abi thalib dan Fatimah Az-zahra
 [bersama Ust. Toni Raharjo dalam Pembinaan Pekanan Beasiswa Pemimpin Bangsa]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar