AIKTISHAF (FOUND LOVE)
Kisah Arti Menemukan
Cinta
Ku mulai hari ini dengan
percakapan panjang antara aku dan seseorang di ujung telepon sana. Percakapan yang
tidak ada habisnya jika terus dilanjutkan. Aku sudah muak setiap kali dia tidak
mendengarkanku ketika aku ingin memberikan penjelasan. Setelah semua yang telah
aku perjuangkan agar kita selalu bersama, tiba-tiba saja dia ingin mengakhiri
semuanya dengan alasan yang tidak masuk akal. Dan sia-sia sudah 6 tahun
hubungan yang telah aku jaga selama ini.
Semenjak saat itu aku lebih
banyak berdiam diri dan jarang sekali keluar kamar. Perasaanku seperti pecahan
gelas kaca yang sulit disatukan kembali. Dan cuaca kelabu bercucuran air hujan
di hati yang semakin deras meski saat ini musim berganti kemarau. Ayah yang tidak
tega melihatku seperti itu terus akhirnya angkat suara.
“kalau sikap kamu begini terus,
bagaimana kamu akan mencapai masa depanmu nak. Janganlah terlalu bergantung
dengan wanita karena itu hanya akan membuatmu semakin terpuruk” begitu kata
ayah
Namun, satu katapun yang terucap
tidak dapat aku serap seutuhnya. Hanya melintas sejenak ditelinga lalu keluar
kembali di udara bebas. Hingga terdengar suara ketukan pintu depan rumah yang
membuat ayah beranjak dari kamarku.
Singkat cerita, tamu ayah yang
tadi mengetuk pintu adalah seorang ustad yang tidak lain adalah sahabat lama
ayah bernama ustad khoir. Beliau sekarang mengajar di pondok Ar-Rohman. Setelah
mendengar cerita singkat dari ayah, ustad mulai menanyakan perihal keresahanku
itu.
“Apa yang menyebabkan kamu bisa
sampai seperti ini nak? Bukankah dia sendiri yang telah memutuskan untuk
menjauhimu. Kenapa malah kamu yang tidak bisa menerimanya” jelas ustad khoir
“Alasannya tidak bisa diterima
ustad. Kenapa harus putus karena masalah sepele padahal kita bisa menjalaninya
bersama-sama. kita sudah menjalaninya selama 6 tahun kenapa tiba-tiba begini”
“Ali, cinta itu adalah suatu
anugrah yang tinggi. Allah swt memberikan rasa cinta kepada kita bukan hanya
kepada satu orang semata. Alasan bisa menjadi teguran Allah karena rasa cinta
yang kamu bicarakan sudah menduakan Rasa cinta Allah kepada makhluknya. BARANG
SIAPA YANG MENCARI CINTA DALAM SUATU HUBUNGAN, MAKA DIA AKAN KEHILANGAN ALLAH.
DAN BARANG SIAPA YANG MENCARI ALLAH DALAM SUATU HUBUNGAN MAKA DIA AKAN
MENDAPATKAN CINTA” terang ustad
“tapi dia sangat sempurna ustad,
dia sudah menjadi calon pendampingku yang indah. Kita bisa memikul beban ini
bersama-sama. Saya tidak bisa kehilangan dia ustad” balasku
“kedurhakaan laki-laki adalah
salah memilih ibu untuk anak-anaknya. Kesiapan laki-laki adalah untuk menjadi
penanggung jawab atas keluarganya. Jika kamu saja tidak sanggup menahan beban
itu maka jangan pernah bermain dengan sebuah komitmen. Kehilangan bukan berarti
lenyap, tapi Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah”
Seketika itu akal ini mulai
berfikir, kegelapan hatiku beranjak menemukan secercah cahaya harapan yang
tersirat dalam kata-kata ustad khoir. Aku mulai merasakan kebenaran dalam
ucapan beliau.
“ingat li, setan itu suka segala
sesuatu yang renggang. Hatimu saat ini sedag renggang dari nama Allah. Maka setan
akan mudah masuk dan membuatmu lebih menjauh dariNya. Maka dekatkan dirimu pada
Allah maka niscaya jika dia jodohmu maka Allah akan mendekatkan kembali dua
insan. Jika tidak maka Allah akan memberikan yang terbaik buatmu. LAKI-LAKI
YANG BAIK UNTUK PEREMPUAN YANG BAIK DAN LAKI-LAKI YANG BELUM BAIK UNTUK
PEREMPUAN YANG BELUM BAIK PULA. Maka perbaikilah dirimu mulai saat ini”
Bergetar sudah seluruh jiwa dan
ragaku mendengar kalimat ustad khoir. Segala nasehat beliau benar adanya dan
aku sudah bodoh telah terbuai akan kenikmatan cinta yang fana. Maka mulai saat
ini, akupun segela meminta maf kepada ayah atas segala sikapku yang telah salah
dan meminta ustad untuk membimbingku kembali kepada cinta yang Hakiki.
6 bulan berlalu, setelah ilmu yang
aku dapatkan dari ustad khoir. Aku lebih siap dari sebelumnya. Pekerjaanku lebih
baik dan hati ini menjadi lebih tenang. Saat ini aku dan ayah ingin mengunjungi
rumah ustad khoir di pondok. Dan ketika kami duduk ustad memanggil seseorang
dari dalam rumah.
“Fatimah, sini nak ada temen ayah
dan anaknya berkunjung”
Dan keluarlah seorang gadis
berkerudung biru lengkap dengan jubah panjangnya yang menjuntai.
“Kenalkan ini pak syam dan
anaknya Ali. Ali ini anak bapak namanya siti fatimah az-zahra”
Seuntai senyuman manis yang ku
lihat di wajahnya membuat getaran hati yang sama. saat itu aku benar-benar
telah menemukan apa itu arti cinta yang sebenarnya. Bersama keindahan mentari
dan sejuknya kuasa Allah swt. ku ikrarkan cinta pada pelabuhan kasih bersamanya.
“SEPENUHNYA CINTA, SEPUAS-PUASNYA CINTA”
KISAH CINTA ALI DAN FATIMAH,
terinspirasi dari Ali bin abi thalib dan Fatimah Az-zahra
[bersama Ust. Toni Raharjo dalam Pembinaan
Pekanan Beasiswa Pemimpin Bangsa]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar