KETIKA PERSAHABATAN HARUS USAI
By: Muhammad Yasirul Fadli
Buat orang yang membuat saya bisa bertahan disini, Terima
kasih banyak.
Bel
tanda istirahat berbunyi. Noval kembali melakukan aktivitasnya pada tiga hari
terakhir ini. Melamun sendirian di belakang sekolahnya yang luas di bawah pohon
kamboja. Setelah kejadian seminggu lalu yang menyebabkan ia kehilangan
segalanya. Hidupnya,kepercayaan dirinya,bahkan senyumnya yang kemarin sudah
hamper pada tahap bahagia hilang dalam satu waktu. Kecelakaan yang menyebabkan
kedua orang sahabat yang paling dia sayangi harus bertemu sang Khalik terlebih
dahulu. Kejadian yang merubah perjalanan hidupnya dan kembali menajadi nol lagi
tanpa apa-apa.
Sekolah
di SMA terfavorit kota tangerang bukan lagi menjadi kebahagiaannya saat ini.
Bahkan rasanya ia tidak lagi ingin melanjutkan studinya yang sudah setengah
jalan.
“Kenapa
harus mereka ya Tuhan…kenapa tidak aku saja yang kau ambil ini. Mereka berdua
belum harus mati. Aku yang tidak ada apa-apanya yang tidak berharga ini kenapa
tidak kau ambil juga,KENAPA YA RABBI??”
Noval
terus saja menyalahkan dirinya. Mengutuk dirinya sendiri bahkan sebelum itu ia
hampir mencoba bunuh diri dengan menengguk racun di rumahnya kalu saja mamah
noval tidak segera mengamankan racun tersebut.
“Mereka tidak salah,mereka semua
baik..aku yang salah telah membebani mereka ya tuhan..!jika engkau ada tolong
kembalikan mereka kembali!!TOLONG!” ujar noval dengan lantang
“Loe kok minta sama tuhan pake
acara marah-marah,gak bakal denger lah dodol” tiba-tiba seseorang mengagetkan
noval yang tengah sendirian
“Siapa loe?ngapain lo disini?dari
pada gue naik darah mending lo pergi dah buruan”
“wih gitu aja lo sewot,lagian gw
murid baru disini jadi terserah gue dong.orang mau lihat-lihat doang oh iya gue
Sita, lo siapa?”ucap murid perempuan baru tersebut
“dih udah ganggu orang pake acara
kenalan lagi,ngapain coba.mendingan lo pergi dah buru. Udah mau bel tuh”
“ya udah gak usah pake urat juga
kali dasar anak aneh” sambil berlalu pergi
“anak perempuan emang aneh yah”
ujar noval
Setelah pulang sekolah. Noval
tidak langsung pulang melainkan berdiam diri dahulu di dalam kelasnya.
Pelajaran hari ini membuat dirinya suntuk serta membuatnya ingat kembali ke
sahabatnya. Maka sore itu ia duduk termenung di atas kursi sambil terus menatap
ke kursi tempat dahulu mereka berdua duduk yang sekarang salah satunya di di
duduki oleh siswi baru tadi.
Saking khusyuknya noval
melamun,ia tidak melihat bahwa ada orang lain yang sedang menagmati dirinya.
Setelah ia sadar bahwa ia sedang di perhatikan ia langsung melangkah keluar
kelas untuk melihat siapa yang berani-berang menagamati dirinya.
Dan ternyata siswi baru tersebut
yang dengan berani memperhatikan noval tadi.
“ngapain lo tadi liatin gue
hah?ada yang salah sama yang tadi pas istirahat?”tanyanya marah
“apaan
sih orang gue lagi ada urusan di TU sebentar baru ternyata tempat pensil gue
ketinggalan di kolong meja makannya gue ke sini dulu,gak usah sewot bisa kali”
jawabnya tidak kalah marah
“ya udah buruan baru cepetan
pergi dari sini oke”
“gue
tau lo begini karena dua temen deket loe meninggal karena kecelakaan terus lo
merasa bersalah karena di antara lo bertiga Cuma lo yang masih hidup”
“GUE BILANG PERGI,JANGAN IKUT
CAMPUR” teriak noval tak kuat menahan amarahnya
Tiba-tiba
saja perempuan tersebut menangis tersedu-sedu mendengar bentakan yang tidak
disangka dari noval. Tanpa sadar noval telah menyakiti hati siswi baru yang
belum tau apa-apa tentang dirinya. Dengan rasa sedikit iba noval menghampiri
perempuan tersebut sambil menyerahkan saputangan yang sering ia bawa.
“Nih buat bersihin muka lo,udah SMA kok masih
nangis,maaf buat bentakan gue yang tadi. Gue bener-bener ke bawa emosi soalnya”
ujar noval sedikit memandang perempuan tersebut
Di terimanya saputangan tersebut sambil
sedikit tersenyum senang. Noval belum pernah melihat senyuman semanis ini
sebelumnya.
Tidak,pikirannya tidak boleh terbawa suasana
“ternyata lo
orangnya gak bisa di tebak yah. Kadang marah-marah sendiri di belakang sekolah.
Ini sekarang malah perhatian” ujar perempuan tersebut
“udah gak usah di bahas,nama lo siapa sih?”
ucap noval
“ohh iya nama lo
kalo gak salah noval kan?,masa lo gak tau nama gue bukannya tadi pagi udah
kenalan”
“lupa gue” jawabnya singkat
“oke nama gue
Rosita Imah tapi lo panggil gue sita”ujarnya sambil menjulurkan tangan
“kebagusan nama lo,panggil iyem aja biar
keren” kata noval meledek
“dah ahh malah
ngeledek lagi. Gue mau pulang dulu”
Tiba-tiba saja noval berinisiatif lain.
“eh gue anter pulang
yah rumah lo dimana?”
Jadilah sore itu noval pulang
bersama dengan sita. Selama perjalanan pulang sita tak henti-hentinya bercerita
dan bertanya. Tetapi hanya di respon oleh noval dengan anggukan atau gelengan
bahkan hanya diam membisu.
Sesampainya di depan rumah sita,
tanpa pamit pulang noval langsung pergi begitu saja.
“thanks yah
val!”Teriak sita di depan rumah
Tidak ada jawaban dari
noval,malahan terus saja melangkah seperti tidak ada yang memanggil.
“orang yang
aneh”ujar sita.
Setelah pertemuan pertama
tersebut noval mengamati bahwasannya sita saat ini sudah memiliki banyak teman.
Bahkan mengalahkan dirinya yang sudah
setahun lebih hanya mendiang kedua sahabatnya yang ia punya.
Pada saat jam pelajaran sejarah.
Pak rusdi mengelompokan dan menugaskan kepada siswa untuk mencari kebudayaan
dari berbagai daerah. Ternyata noval sekelompok dengan sita dan hanya mereka
berdua. Mereka di suruh mencari kebudayaan Jakarta.
Dari situ mereka jadi sering
berdiskusi tentang tugas yang di berikan. Walaupun noval hanya sesekali
menimpali. Hal tersebut merupakan kemajuan dari pertemanan mereka yang mungkin
di rasakan baik noval maupun sita.
Dua bulan berlalu. Ternyata batu
yang sekeras apapun bisa lunak oleh perasaan tulus dari seorang teman. Noval
dan sita akhirnya menjadi sahabat. Noval bahagia karena ia sudah dapat
melupakan masa lalu yang kelam dan bangkit bersama sahabat yang sudah lama ia
idam-idamkan.
Ternyata perjuangan noval tidak
sampai sini saja. Masih ada kehendak Allah yang lain yang belum ia jalani. Ini
adalah perjalanan mencari hidup yang hakiki.
Noval sebenarnya adalah salah
satu dari segelintir anak bawang yang ada di sekolahnya. Sebentar lagi akan ada
pemilihan pengurus osis dan ia tidak terlibat hal sekecil apapun. Tetapi sita
yang akhir-akhir ini sangat sibuk mempersiapkan dirinya dalam pelantikan nanti.
Ada sedikit rasa cemburu dan rasa sakit di diri noval. Ia tidak mau sahabatnya
lebih mementingkan hal lain ketimbang dirinya. Akirnya noval lebih memilih
menjauhi sita saat ini daripada rasa sakit itu terus menjalar.
Setiap kali sita datang
menghampiri noval, ada saja alasan noval untuk menghindari kontak langsung
dengan sita. Bahkan ketika sita menunggunya di kelas saat jam istirahat. Noval
langsung pergi ke kamar kecil. Hal tersebut membuat sita gusar. Tidak seperti
biasanya noval bersikap seperti itu. dengan rasa penasaran ia mencoba mencari
tau sebab noval menjauhi dirinya.
Sita berfikir bahwasanya
akhir-akhir ini dia selalu sibuk dan tidak memiliki waktu dengan noval. Dan sitapun
sadar bahwasannya noval tidak memiliki teman selain dirinya. Maka timbul
rencana agar noval bisa memiliki banyak teman.
Pada saat pulang sekolah seperti
biasa noval menghindari pertemuan dengan sita baru kembali ke kelas untuk
melalukan aktivitasnya seperti biasa. Namun tak di sangka-sangka setelah
menunggu berjalan kembali ke dalam kelas ia melihat sita dan teman-temannya
yang lain menuju ruang osis. Mereka sedang melalukan pembicaraan di depan ke
kelas noval dan terlihat sepertinya sita sedang berdebat dengan teman-temannya
tersebut. Tanpa panjang lebar noval mencoba ikut mendengar pembicaraan
tersebut.
“ta loe udah gak waras yah. Masa
si aneh itu mau lo masukin ke anggota osis kita. Yang bener aja!” ujar salah
satu teman sita
“bener tuh udah
tau orangnya kuper susah di ajak ngomong,udah gak usah dah mendingan” timpal
yang lain
“tapi kan sebenarnya dia itu baik tau” balas
sita tidak mau kalah
“tapi lo
sependapat sama kita kan kalau dia itu aneh dan orangnya ambigu gitu lah”
Sita terdiam bisu
“diam berarti
iya, udah lah jangan belain dia terus, kalau emang lo masih ngotot mending lo
juga di coret dari anggota osis”
Degh…
Panaslah hati noval setelah mendengar
ungkapan teman-teman sita tersebut. Seakan kepalanya mendidih serta tangannya
refleks menggenggam dengan erat. Ia ingin segera kembali ke rumahnya. Saat akan
pulang ia tidak sengaja mennyenggol mading yang ada di depannya. Kontras semua
langsung melihat ke arah noval. Sita yang saat itu diam saja langsung kaget
melihat noval ada di sekolah. tanpa lagi menatap sita, noval langsung berlari
keluar sekolah.
“udah gak usah di kejar, biasa dia mah
orangnya lebay” ujar salah satu teman sita
“apaan sih
lo,jangan nilai orang dari luarnya. dia itu lebih baik dari pada lo semua” kata
sita dan langsung berlari menyusul noval
Sita terus mengejar noval sampai
ke gang yang sempit. Sita mulai merasa lelah,begitu pula noval. Sita akhirnya
menyerah dan berhenti untuk istirahat. Noval melirik ke belakang dan melihat
sita duduk tersimpu di atas tanah. Sita menangis sesegukan. Noval merasa tidak
enak hati kepada sita. maka ia menghampiri sita.
Baru saja noval hendak menghampiri sita.
tiba-tiba dating segerombolan laki-laki berpenampilan seperti preman menggoda
sita disana. Tanpa piker panjang noval berlari hendak melindungi sita. sita
takut setengah mati melihat noval mencoba melawan para preman tersebut. Salah
satunya membawa senjata tajam di tangan. Terjadi pertengkaran sengit. Dan tiba-tiba….
Senjata preman tersebut mengenai
dada noval dan seketik itu noval tumbang berlumuran darah. Preman tersebut
langsung terkejut dan kabur karena takut noval mati. Sita berteriak minta
tolong sekeras-kerasnya dan para warga datang membantu membawa noval ke rumah sakit.
Noval terbangun dari komanya dan
melihat sita di sampingnya menangis sesegukan. Di hapusnya air mata tersebut
dan noval tersenyum bahagia untuk yang pertama kali. Ia berkata kepada sita.
“makasih yah
sudah mewarnai hidup gue selama ini. Terima kasih juga udah menjadi sahabat gue
satu-satunya dan yang paling membuat gue berubah. Maaf kalau gue ngerepotin lo.
Dan maaf kalau kemarin gue udah gak jelas lari dari masalah”
“gak kok lo gak
slah gue yang salah karena gue lupa kalau lo hanya puny ague. Gue mau nolongin
lo malah jadi begini..maaf” ujar sita
“gak apa-apa
makasijh atas semuanya yah. Akhirnya gue bisa menyusul kedua sahabat gue yang
lain”
Dan ketika itu
noval menghembuskan nafas yang terakhir dengan tersenyum bahagia. Sita menangis
sejadi-jadinya. Pada akhirnya noval memiliki orang yang paling istimewa di
akhir hayatnya. Anak bawang yang sangat begitu pendiam akhirnya mengakhiri
hidupnya dengan bahagia.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar