Minggu, 01 Juni 2014

Noval's Story


KETIKA PERSAHABATAN HARUS USAI



By: Muhammad Yasirul Fadli
Buat orang yang membuat saya bisa bertahan disini, Terima kasih banyak.


                                Bel tanda istirahat berbunyi. Noval kembali melakukan aktivitasnya pada tiga hari terakhir ini. Melamun sendirian di belakang sekolahnya yang luas di bawah pohon kamboja. Setelah kejadian seminggu lalu yang menyebabkan ia kehilangan segalanya. Hidupnya,kepercayaan dirinya,bahkan senyumnya yang kemarin sudah hamper pada tahap bahagia hilang dalam satu waktu. Kecelakaan yang menyebabkan kedua orang sahabat yang paling dia sayangi harus bertemu sang Khalik terlebih dahulu. Kejadian yang merubah perjalanan hidupnya dan kembali menajadi nol lagi tanpa apa-apa.
                Sekolah di SMA terfavorit kota tangerang bukan lagi menjadi kebahagiaannya saat ini. Bahkan rasanya ia tidak lagi ingin melanjutkan studinya yang sudah setengah jalan.
                “Kenapa harus mereka ya Tuhan…kenapa tidak aku saja yang kau ambil ini. Mereka berdua belum harus mati. Aku yang tidak ada apa-apanya yang tidak berharga ini kenapa tidak kau ambil juga,KENAPA YA RABBI??”
                Noval terus saja menyalahkan dirinya. Mengutuk dirinya sendiri bahkan sebelum itu ia hampir mencoba bunuh diri dengan menengguk racun di rumahnya kalu saja mamah noval tidak segera mengamankan racun tersebut.
“Mereka tidak salah,mereka semua baik..aku yang salah telah membebani mereka ya tuhan..!jika engkau ada tolong kembalikan mereka kembali!!TOLONG!” ujar noval dengan lantang
“Loe kok minta sama tuhan pake acara marah-marah,gak bakal denger lah dodol” tiba-tiba seseorang mengagetkan noval yang tengah sendirian
“Siapa loe?ngapain lo disini?dari pada gue naik darah mending lo pergi dah buruan”
“wih gitu aja lo sewot,lagian gw murid baru disini jadi terserah gue dong.orang mau lihat-lihat doang oh iya gue Sita, lo siapa?”ucap murid perempuan baru tersebut
“dih udah ganggu orang pake acara kenalan lagi,ngapain coba.mendingan lo pergi dah buru. Udah mau bel tuh”
“ya udah gak usah pake urat juga kali dasar anak aneh” sambil berlalu pergi
“anak perempuan emang aneh yah” ujar noval
               
                Setelah pulang sekolah. Noval tidak langsung pulang melainkan berdiam diri dahulu di dalam kelasnya. Pelajaran hari ini membuat dirinya suntuk serta membuatnya ingat kembali ke sahabatnya. Maka sore itu ia duduk termenung di atas kursi sambil terus menatap ke kursi tempat dahulu mereka berdua duduk yang sekarang salah satunya di di duduki oleh siswi baru tadi.
                Saking khusyuknya noval melamun,ia tidak melihat bahwa ada orang lain yang sedang menagmati dirinya. Setelah ia sadar bahwa ia sedang di perhatikan ia langsung melangkah keluar kelas untuk melihat siapa yang berani-berang menagamati dirinya.

                Dan ternyata siswi baru tersebut yang dengan berani memperhatikan noval tadi.
                “ngapain lo tadi liatin gue hah?ada yang salah sama yang tadi pas istirahat?”tanyanya marah
“apaan sih orang gue lagi ada urusan di TU sebentar baru ternyata tempat pensil gue ketinggalan di kolong meja makannya gue ke sini dulu,gak usah sewot bisa kali” jawabnya tidak kalah marah
                “ya udah buruan baru cepetan pergi dari sini oke”
“gue tau lo begini karena dua temen deket loe meninggal karena kecelakaan terus lo merasa bersalah karena di antara lo bertiga Cuma lo yang masih hidup”
                “GUE BILANG PERGI,JANGAN IKUT CAMPUR” teriak noval tak kuat menahan amarahnya
                Tiba-tiba saja perempuan tersebut menangis tersedu-sedu mendengar bentakan yang tidak disangka dari noval. Tanpa sadar noval telah menyakiti hati siswi baru yang belum tau apa-apa tentang dirinya. Dengan rasa sedikit iba noval menghampiri perempuan tersebut sambil menyerahkan saputangan yang sering ia bawa.
    “Nih buat bersihin muka lo,udah SMA kok masih nangis,maaf buat bentakan gue yang tadi. Gue bener-bener ke bawa emosi soalnya” ujar noval sedikit memandang perempuan tersebut
    Di terimanya saputangan tersebut sambil sedikit tersenyum senang. Noval belum pernah melihat senyuman semanis ini sebelumnya.
    Tidak,pikirannya tidak boleh terbawa suasana
“ternyata lo orangnya gak bisa di tebak yah. Kadang marah-marah sendiri di belakang sekolah. Ini sekarang malah perhatian” ujar perempuan tersebut
    “udah gak usah di bahas,nama lo siapa sih?” ucap noval
“ohh iya nama lo kalo gak salah noval kan?,masa lo gak tau nama gue bukannya tadi pagi udah kenalan”
    “lupa gue” jawabnya singkat
“oke nama gue Rosita Imah tapi lo panggil gue sita”ujarnya sambil menjulurkan tangan
    “kebagusan nama lo,panggil iyem aja biar keren” kata noval meledek
“dah ahh malah ngeledek lagi. Gue mau pulang dulu”
    Tiba-tiba saja noval berinisiatif lain.
“eh gue anter pulang yah rumah lo dimana?”

                Jadilah sore itu noval pulang bersama dengan sita. Selama perjalanan pulang sita tak henti-hentinya bercerita dan bertanya. Tetapi hanya di respon oleh noval dengan anggukan atau gelengan bahkan hanya diam membisu.
                Sesampainya di depan rumah sita, tanpa pamit pulang noval langsung pergi begitu saja.
“thanks yah val!”Teriak sita di depan rumah
                Tidak ada jawaban dari noval,malahan terus saja melangkah seperti tidak ada yang memanggil.
“orang yang aneh”ujar sita.

                Setelah pertemuan pertama tersebut noval mengamati bahwasannya sita saat ini sudah memiliki banyak teman. Bahkan mengalahkan dirinya yang  sudah setahun lebih hanya mendiang kedua sahabatnya yang ia punya.
                Pada saat jam pelajaran sejarah. Pak rusdi mengelompokan dan menugaskan kepada siswa untuk mencari kebudayaan dari berbagai daerah. Ternyata noval sekelompok dengan sita dan hanya mereka berdua. Mereka di suruh mencari kebudayaan Jakarta.
                Dari situ mereka jadi sering berdiskusi tentang tugas yang di berikan. Walaupun noval hanya sesekali menimpali. Hal tersebut merupakan kemajuan dari pertemanan mereka yang mungkin di rasakan baik noval maupun sita.
                Dua bulan berlalu. Ternyata batu yang sekeras apapun bisa lunak oleh perasaan tulus dari seorang teman. Noval dan sita akhirnya menjadi sahabat. Noval bahagia karena ia sudah dapat melupakan masa lalu yang kelam dan bangkit bersama sahabat yang sudah lama ia idam-idamkan.
                Ternyata perjuangan noval tidak sampai sini saja. Masih ada kehendak Allah yang lain yang belum ia jalani. Ini adalah perjalanan mencari hidup yang hakiki.
                Noval sebenarnya adalah salah satu dari segelintir anak bawang yang ada di sekolahnya. Sebentar lagi akan ada pemilihan pengurus osis dan ia tidak terlibat hal sekecil apapun. Tetapi sita yang akhir-akhir ini sangat sibuk mempersiapkan dirinya dalam pelantikan nanti. Ada sedikit rasa cemburu dan rasa sakit di diri noval. Ia tidak mau sahabatnya lebih mementingkan hal lain ketimbang dirinya. Akirnya noval lebih memilih menjauhi sita saat ini daripada rasa sakit itu terus menjalar.
                Setiap kali sita datang menghampiri noval, ada saja alasan noval untuk menghindari kontak langsung dengan sita. Bahkan ketika sita menunggunya di kelas saat jam istirahat. Noval langsung pergi ke kamar kecil. Hal tersebut membuat sita gusar. Tidak seperti biasanya noval bersikap seperti itu. dengan rasa penasaran ia mencoba mencari tau sebab noval menjauhi dirinya.
                Sita berfikir bahwasanya akhir-akhir ini dia selalu sibuk dan tidak memiliki waktu dengan noval. Dan sitapun sadar bahwasannya noval tidak memiliki teman selain dirinya. Maka timbul rencana agar noval bisa memiliki banyak teman.
                Pada saat pulang sekolah seperti biasa noval menghindari pertemuan dengan sita baru kembali ke kelas untuk melalukan aktivitasnya seperti biasa. Namun tak di sangka-sangka setelah menunggu berjalan kembali ke dalam kelas ia melihat sita dan teman-temannya yang lain menuju ruang osis. Mereka sedang melalukan pembicaraan di depan ke kelas noval dan terlihat sepertinya sita sedang berdebat dengan teman-temannya tersebut. Tanpa panjang lebar noval mencoba ikut mendengar pembicaraan tersebut.
                “ta loe udah gak waras yah. Masa si aneh itu mau lo masukin ke anggota osis kita. Yang bener aja!” ujar salah satu teman sita
“bener tuh udah tau orangnya kuper susah di ajak ngomong,udah gak usah dah mendingan” timpal yang lain
    “tapi kan sebenarnya dia itu baik tau” balas sita tidak mau kalah
“tapi lo sependapat sama kita kan kalau dia itu aneh dan orangnya ambigu gitu lah”
    Sita terdiam bisu
“diam berarti iya, udah lah jangan belain dia terus, kalau emang lo masih ngotot mending lo juga di coret dari anggota osis”
Degh…
    Panaslah hati noval setelah mendengar ungkapan teman-teman sita tersebut. Seakan kepalanya mendidih serta tangannya refleks menggenggam dengan erat. Ia ingin segera kembali ke rumahnya. Saat akan pulang ia tidak sengaja mennyenggol mading yang ada di depannya. Kontras semua langsung melihat ke arah noval. Sita yang saat itu diam saja langsung kaget melihat noval ada di sekolah. tanpa lagi menatap sita, noval langsung berlari keluar sekolah.
    “udah gak usah di kejar, biasa dia mah orangnya lebay” ujar salah satu teman sita
“apaan sih lo,jangan nilai orang dari luarnya. dia itu lebih baik dari pada lo semua” kata sita dan langsung berlari menyusul noval
                Sita terus mengejar noval sampai ke gang yang sempit. Sita mulai merasa lelah,begitu pula noval. Sita akhirnya menyerah dan berhenti untuk istirahat. Noval melirik ke belakang dan melihat sita duduk tersimpu di atas tanah. Sita menangis sesegukan. Noval merasa tidak enak hati kepada sita. maka ia menghampiri sita.
    Baru saja noval hendak menghampiri sita. tiba-tiba dating segerombolan laki-laki berpenampilan seperti preman menggoda sita disana. Tanpa piker panjang noval berlari hendak melindungi sita. sita takut setengah mati melihat noval mencoba melawan para preman tersebut. Salah satunya membawa senjata tajam di tangan. Terjadi pertengkaran sengit. Dan tiba-tiba….
                Senjata preman tersebut mengenai dada noval dan seketik itu noval tumbang berlumuran darah. Preman tersebut langsung terkejut dan kabur karena takut noval mati. Sita berteriak minta tolong sekeras-kerasnya dan para warga datang membantu membawa noval ke rumah sakit.
                Noval terbangun dari komanya dan melihat sita di sampingnya menangis sesegukan. Di hapusnya air mata tersebut dan noval tersenyum bahagia untuk yang pertama kali. Ia berkata kepada sita.
“makasih yah sudah mewarnai hidup gue selama ini. Terima kasih juga udah menjadi sahabat gue satu-satunya dan yang paling membuat gue berubah. Maaf kalau gue ngerepotin lo. Dan maaf kalau kemarin gue udah gak jelas lari dari masalah”
“gak kok lo gak slah gue yang salah karena gue lupa kalau lo hanya puny ague. Gue mau nolongin lo malah jadi begini..maaf” ujar sita
“gak apa-apa makasijh atas semuanya yah. Akhirnya gue bisa menyusul kedua sahabat gue yang lain”
Dan ketika itu noval menghembuskan nafas yang terakhir dengan tersenyum bahagia. Sita menangis sejadi-jadinya. Pada akhirnya noval memiliki orang yang paling istimewa di akhir hayatnya. Anak bawang yang sangat begitu pendiam akhirnya mengakhiri hidupnya dengan bahagia.


THE END
                                   
               

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar