LOL
(Leader Of
Life)
By: _Ahmad Ayas_
APRIL 2016
Pagi-pagi
buta, setelah semua telah menunaikan kewajiban kita kepada sang Khalik, kami
bergegas bersiap diri untuk berangkat menuju ke daerah yang aku sendiri belum
tau pasti letak dan kondisinya. Awalnya bukan itu tujuan kami semua, mungkin
sebagian dari kawan-kawanku sedikit kecewa dengan perubahan itu tapi jujur aku
sendiri kurang peduli kemana kita akan pergi, yang penting aku bisa mencari
inspirasi baru dan sedikit mencuci mata, Siapa tau ada yang nyangkut.
Mobil
yang kami naiki begitu sesak degan manusia haus ilmu. Aku sendiri sampai harus
berdempetan dengan sahabatku di samping. Tapi lumayan untuk memejamkan mata
walau sejenak. Sempat perjalana n kami di iringi gelak tawa teman-teman, Namun
tak berselang lama hawa panas menghantui kami semua. Rasanya seperti berada di
sebuah ruang tertutup tanpa ada ruang untuk bernapas dan di dalamnya ada jutaan
orang berebut udara. Aku sendiri sampai ingin muntah karenanya. Akhirnya
keputusan terakhir kami istirahat sejenak mengisi perut yang kosong sambil
menunggu mobil di perbaiki.
Cukup
dengan cerita horornya, cerita ini di lanjutkan ketika kami semua sudah berada
di sebuah kelas yang bersampingan dengan masjid. Nama daerah yang kami kunjungi
adalah di kecamatan cigalontang. Kesan pertama yang aku dapat sekilas dari
tempat ini adalah tidak ada tempat pembuangan akhir yang cukup layak, apapun
jenisnya. Mau dari hasil manusia ataupun lainnya. Namun yang aku kagumi dari
desa ini adalah lingkungannya yang sangat asri dan bersih.
Mulailah
cerita yang menginspirasinya. Seseorang yang mengubah mindsetku tentang pemimpin. Ialah ustad yang kegiatan
sehari-harinya hanya di peruntukan bagi warga sekitar. Sesosok yang selalu
belajar untuk meneladani sifat nabi Muhammad SAW. Bagiku beliau adalah jawaban
tentang pemimpin yang selama ini aku pertanyakan. “adakah orang yang mampu
menginspirasi masyarakat dan mengayominya secara tulus.
Sudah
berkali-kali aku mencari sesosok inspirator yang bisa mngubah pemikiranku,
namun semuanya hanya bertahan sementara. Namun kali ini berbeda dari biasanya.
Aku sedikit kurang percaya dengan penyampaian beliau tentang kondisi masyarakat
desa yang begitu percaya dengan beliau, maka dari itu saat ada waktu untuk
observasi langsung, aku langsung menanyakan kepada masyarakat desa. Dan alhasil
aku semakin kagum dengan beliau. Jarang sekali ada orang yang sebegitu di
percayai degan amanah yang menurutku itu sangat besar. Bahkan orang-orang yang
lebih tuapun mendengar apa yang beliau katakan. I think It’s The best fact i have. Sangat susah bahkan mendekati mustahil
agar orang-orang yang lebih tua dengan kita mau mendengarkan bahkan menuruti
apa yang kita sarankan.
Narasumber
yang aku ajak berkomunikasi saat observasi adalah bapak-bapak berusia 60
tahunan. Beliau bersama istrinya sudah sejak tahun 60 menempati desa tersebut.
Cerita-cerita yang beliau sampaikan sangat menarik. Mulai dari ada sebuah
kelompok yang bersembunyi di daerah mereka sampai ada adik beliau yang
meninggal karena tertembak kelompok tersebut. Hingga saat ini zaman pak ustad
yang sangat menginspirasi itu. Itulah bagian menariknya. Bayangkan seorang yang
dapat dikatakan sudah sepuh sangat bergantung pada pak ustad tersebut. Bahkan
beliau mengaku semenjak ada pak ustad ia tidak lagi terlilit hutang dan adanya tengkulak. Subhanallah!!
Setelah
semua rangkain acara telah selesai. Aku dan yang lain bersiap untuk kembali ke
bandung. Pokoknya pengalaman ini gak bakal bisa dilupakan. Kamipun kembali ke
bandung dengan berjuta Ilmu dan pengalaman.

Mantep irul..
BalasHapusTernyata suka nulis juga :) its work!